-=[ Klick Go To My Homepage ]=-














Majlis Bimbingan Dakwah
Majlis Bimbingan Dakwah

Pages

Wednesday, March 6, 2013

Cara Menjebak Pencuri


 Pada zaman dahulu orang berpikir dengan cara yang amat sederhana. Dan karena kesederhanaan berpikir ini seorang pencuri yang telah berhasil menggondol seratus keping lebih uang emas milik seorang saudagar kaya tidak sudi menyerah. Hakim telah berusaha keras dengan berbagai cara tetapi tidak berhasil menemukan pencurinya. Karena merasa putus asa pemilik harta itu mengumumkan kepada siapa saja yang telah mencuri harta miliknya merelakan separo dari jumlah uang emas itu menjadi milik sang pencuri bila sang pencuri bersedia mangembalikan.
Tetapi pencuri itu malah tidak berani menampakkan bayangannya. Kini kasus itu semakin ruwet tanpa penyelesaian yang jelas. Maksud baik saudagar kaya itu tidak mendapat-tanggapan yang sepantasnya dari sang pencuri. Maka tidak bisa disalahkan bila saudagar itu mengadakan sayembara yang berisi barang siapa berhasil menemukan pencuri uang emasnya, ia berhak sepenuhnya memiliki harta yang dicuri. Tidak sedikit orang yang mencoba tetapi semuanya kandas.
Sehingga pencuri itu bertambah merasa aman tentram karena ia yakin jati dirinya tak akan terjangkau. Yang lebih menjengkelkan adalah ia juga berpura-pura mengikuti sayembara. Tidak berlebihan bila dikatakan bahwa menghadapi orang seperti ini bagaikan menghadapi jin. Mereka tahu kita sedangkan kita tidak. Seorang penduduk berkata kepada hakim setempat.
"Mengapa tuan hakim tidak minta bantuan Abu Nawas saja?"
"Bukankah Abu Nawas sedang tidak ada di tempat?" kata hakim itu balik bertanya.
"Kemana dia?" tanya orang itu.
"Ke Damakus." jawab hakim
"Untuk keperluan apa?" orang itu ingin tahu.
"Memenuhi undangan pangeran negeri itu." kata hakim.
"Kapan ia datang?" tanya orang itu lagi.
"Mungkin dua hari lagi." jawab hakim. Kini harapan tertumpu sepenuhnya di atas pundak Abu Nawas. Pencuri yang selama ini merasa aman sekarang menjadi resah dan tertekan. Ia merencanakan meninggalkan kampung halaman dengan membawa serta uang emas yang berhasil dicuri. Tetapi ia membatalkan niat karena dengan menyingkir ke luar daerah berarti sama halnya dengan membuka topeng dirinya sendiri. Ia lalu bertekad tetap tinggal apapun yang akan terjadi.
Abu Nawas telah kembali ke Baghdad karena tugasnya telah selesai. Abu Nawas menerima tawaran mengikuti sayembara menemukan pencuri uang emas. Hati pencuri uang emas itu tambah berdebar tak karuan mendengar Abu Nawas menyiapkan siasat. Keesokan harinya semua penduduk dusun diharuskan berkumpul di depan gedung pengadilan. Abu Nawas hadir dengan membawa tongkat dalam jumlah besar. Tongkat-tongkat itu mempunyai ukuran yang sama panjang.
Tanpa berkata-kata Abu Nawas membagi-bagikan tongkat-tongkat yang dibawanya dari rumah. Setelah masing-masing mendapat satu tongkat, Abu Nawas berpidato, "Tongkat-tongkat itu telah aku mantrai. Besok pagi kalian harus menyerahkan kembaii tongkat yang telah aku bagikan. Jangan khawatir, tongkat yang dipegang oleh pencuri selama ini menyembunyikan diri akan bertambah panjang satu jari telunjuk. Sekarang pulanglah kalian."
Orang-orang yang merasa tidak mencuri tentu tidak mempunyai pikiran apa-apa. Tetapi sebaliknya, si pencuri uang emas itu merasa ketakutan. Ia tidak bisa memejamkan mata walaupun malam semakin larut. Ia terus berpikir keras. Kemudian ia memutuskan memotong tongkatnya sepanjang satu jari telunjuk dengan begitu tongkatnya akan tetap kelihatan seperti ukuran semula. Pagi hari orang mulai berkumpul di depan gedung pengadilan. Pencuri itu merasa tenang karena ia yakin tongkatnya tidak akan bisa diketahui karena ia telah memotongnya sepanjang satu jari telunjuk. Bukankah tongkat si pencuri akan bertambah panjang satu jari telunjuk? Ia memuji kecerdikan diri sendiri karena ia ternyata akan bisa mengelabui Abu Nawas.
Antrian panjang mulai terbentuk. Abu Nawas memeriksa tongkat-tongkat yang dibagikan kemarin. Pada giliran si pencuri tiba Abu Nawas segera mengetahui karena tongkat yang dibawanya bertambah pendek satu jari telunjuk. Abu Nawas tahu pencuri itu pasti melakukan pemotongan pada tongkatnya karena ia takut tongkatnya bertambah panjang.
Pencuri itu diadili dan dihukum sesuai dengan kesalahannya. Seratus keping lebih uang emas kini berpindah ke tangan Abu Nawas. Tetapi Abu Nawas tetap bijaksana, sebagian dari hadiah itu diserahkan kembali kepada keluarga si pencuri, sebagian lagi untuk orang-orang miskin dan sisanya untuk keluarga Abu Nawas sendiri.

:D

Teks Sholawat Khoirul Bariyah Versi Indo

 By Indra Andarun

 

خَيْرَ اْلبَرِيَّةِ نَظْرَة إِلَيَّ خَيْرَ اْلبَرِيَّةِ نَظْرَة إِلَيَّ مَاأَنْتَ إِلاَّ كَنْزُاْلعَطِيَّةِ مَاأَنْتَ إِلاَّ كَنْزُاْلعَطِيَّةِ _ khoirol bariyah nama Nabimu _ Nabi penolong sakit hatimu _ khoirol bariyah nama cintamu _ Nabi penolong kesusahanmu ... _ Allah berfirman pada dirimu _ ikuti Nabi kecintaanmu _ dari semua dosa-dosamu _ syurga menunggu rindu padamu _ jangan ikuti nafsu syetanmu _ jangan ikuti kebodohanmu _ sadarlah sadar pada Tuhanmu _ Tuhan selalu sayang padamu _ dunia ini bukan tempatmu _ dunia ini hina untukmu _ dunia ini tempatnya nafsu _ dunia ini menghinakanmu _ inilah pesan dari gurumu _ pesan bertaqwa menuntut ilmu _ carilah bekal untuk dirimu _ mati tak sesat dalam kuburmu _ kemewahannya melupakanmu _ kemewahannya menjatuhkanmu _ kemewahannya menghancurkanmu _ kemewahannya menghinakanmu.

_ istri dan anak harta untukmu _ amanat tuhan ada padamu
_ jangan kau lupa semua itu _ dari Allah-lah Tuhan yg satu
_ amal yang baik memuliakanmu _ sholat puasa dzikir untukmu
_ syurga dimata merindukanmu _ bersama Nabi kesayanganmu
_ Yaa Allah Tuhan Tolong hambamu _ hamba yang rindu atas Nabimu
_ Sembuhkan rindu,rindu hatimu _walau memandang dalam mimpiku

 

 

Teks Ya Rasulallah Ya Nabi

يارسول الله – يايانبي             لك الشفاعة وهذامطلبي

ya rosulalloh – ya ya nabi                        lakasyafa’ah wa hadzal mathlabi
أنت المرتجى يوم الزحام                إشفع لنا- لنا لنا – ياحبيبنا
لك الشفاعة – يارسول الله
Antal murtaja yaumaz ziham                            Isyfa’ lana – lana lana – ya habibana
Lakasyafa’ah – yarosulalloh

جئت للبرايا بالشرع المبين        تنشرالهداية بين العالمين
Ji’talil baroyah bisyar’il mubiin               Tansyurul hidayah bainal alamin
إشفع لنا- لنا لنا – ياحبيبنا        لك الشفاعة – يارسول الله
          Isyfa’ lana – lana lana – ya habibana                Lakasyafa’ah – yarosulalloh
By Indra Andarun As-Syerbuuniy

Tuesday, March 5, 2013

Waspadai Agenda Iblis


SEBAGAI seorang Muslim, kita memiliki musuh yang terbesar. Siapapun kita, apapun mazhab dan aliran pemikiran, kita berkongsi musuh yang sama. Musuh terbesar setiap Muslim adalah iblis.Sejak Allah SWT mengusirnya dari Syurga, iblis telah bersumpah akan terus memusuhi dan memperdaya manusia. Menarik manusia sebanyak yang boleh ke neraka adalah misi hidup iblis satu-satunya.Oleh kerana itu, Allah selalu mengingatkan kita agar berhati-hati dan menjaga diri daripada tipu daya dan bujuk rayu iblis.

Allah SWT berfirman: Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuhmu. Sesungguhnya syaitan-syaitan itu mengajak pengikutnya menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala. (al-Fatir: 6)

Agenda iblis Untuk menjaga diri daripada tipu daya iblis, kita mesti mengetahui strateginya dalam menyesatkan manusia. Kita mesti tahu apa sebenarnya yang menjadi agenda utama iblis pada saat ini untuk menyesatkan umat Islam.

Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW menyebutkan bahwa syirik bukan lagi agenda terbesar iblis. Setelah pengutusan Rasulullah SAW kepada umat manusia, agenda tersebut dilihat sudah tidak lagi strategik dan relevan. Iblis sedar bahawa syirik tidak akan bertahan di hadapan cahaya iman yang sangat terang.
Iblis lalu beralih ke agendanya yang lebih realistik yaitu memecahbelahkan umat Islam dan menjadikan setiap Muslim memusuhi Muslim yang lain.

Rasulullah SAW bersabda: Sesungguhnya iblis telah berputus-asa untuk kembali disembah di Semenanjung Arab. Akan tetapi, ia terus berusaha untuk mengadu domba mereka. (riwayat Muslim).
Perpecahan
Rasulullah SAW bersabda: Sesungguhnya iblis meletakkan singgahsananya di atas lautan. Ia lalu mengutus syaitan-syaitan ke semua penjuru dunia untuk menyesatkan manusia. Mana-mana yang paling banyak membuat kerosakan, maka dialah yang paling disukai iblis.Salah satu daripada syaitan-syaitan kembali dan berkata: Hari ini aku telah melakukan ini dan itu. Iblis berkata: Engkau belum melakukan apa-apa. Lalu datang syaitan yang lain dan berkata: Aku telah berjaya memisahkan antara seorang suami dengan isterinya. Iblis memeluknya sambil berkata: Engkaulah yang terbaik. (riwayat Muslim).

Hadis ini jelas menunjukkan bahawa agenda terbesar iblis adalah memecah belah umat Islam. Perpecahan yang bersifat individual yang berlaku antara pasangan suami-isteri, mentua-menantu, abang-adik atau lain sebagainya amat dihargai iblis.Mana-mana syaitan yang berjaya mencetuskan perpecahan tersebut akan mendapat pingat penghargaan daripada iblis.

Sudah pasti tidak terbayang kegembiraan iblis apabila melihat perpecahan itu melibatkan kumpulan yang lebih besar. Apabila umat Islam saling mengkafirkan, saling memfitnah, saling berburuk sangka, enggan bertegur sapa, maka pada saat itu iblis tersenyum lebar. Misi terbesarnya terlaksana seperti mana yang ia inginkan.

Maka jalan Kita semua adalah ==>
Satukan hati
Sebagai Muslim kita mesti waspada dengan syaitan-syaitan ini. Mereka sangat pandai menipu kita untuk mewujudkan agenda iblis. Pasukan iblis bukan hanya syaitan-syaitan yang berbentuk halus, seringkali ia juga berbentuk manusia seperti kita.
Lebih penting daripada itu, berusahalah untuk menggagalkan agenda iblis ini. Yakni dengan cara merapatkan barisan dan menyatukan hati demi agama Allah. Jangan biarkan perbezaan pendapat yang berlaku dimanfaatkan oleh iblis sebagai celah yang akan meretakkan kesatuan kita.

Wallahu A'lam :D


MARS MBD oleh Laila Fariha Zein

Berpegang Teguh Al-Qur'an Sunnah
Berprinsip menjadi Khoiru Ummah
Berbekal Ilmu, Akhlaq, dan Iman
Majlis Bimbingan Dakwah tercinta

Mencari keridhloan tuhan
Menuju kehidupan kekal
Berlandasan Keikhlasan dan Ketakwaan

MBD ku tercinta
Tetaplah kau jaya
Menyebarkan fatwa
Nasihat Ulama

MBD ...
MBD ... LImujahidillah
(bay)

HYMNE MBD oleh Laila Fariha Zein

Tetaplah teguh pada Qur'an Sunnah
I'tiqad penuh menuju khoiru ummah
Majulah engkau majlis bimbingan dakwah
Mencetak insan berakhlaqul karimah

MBD fatwamu bagai pelita
Penerang hati yang gelap gulita
Bersatu kuatkan tekad dijiwa
Menjalankan perintah agama

Semerbak harumnya fatwa
Syiar yang penuh pesona
Semoga allah menjaga
Selamanya........
(bay)

Tahajjud Sebagai Bekal Dakwah

By. Abdillah Syukur

Dakwah adalah sebuah perjalanan panjang yang takkan pernah sepi dari rintangan dan cobaan. Rintangan dan cobaan dalam berjuang di jalan dakwah adalah sebuah keniscayaan yang tidak bisa dihindari. Ia pasti akan menghampiri para dai, jangan pernah berhenti, karena para nabi dan pengikutnya tak pernah berhenti ataupun melemah karena rintangan dan cobaan.

Karena itu, para dai (aktifis MBD) khususnya dituntut untuk selalu membekali diri dengan menjaga kualitas ruhiyah agar tetap tsabat dalam berdakwah. Ahmad Muarif dalam bukunyaKeajaiban Shalat Tahajud menyatakan, bila ditelusuri, salah satu faktor keberhasilan dakwah Rasulullah SAW adalah kekuatan ruhiyah yang tak pernah lepas dari keterikatan dan kedekatan kepada Allah SWT. Kedekatan dan keterikatan kepada Allah SWT secara nyata dibangun oleh Rasulullah SAW lewat ibadah, terutama ibadah spesial yang diyakini mengandung kekuatan luar biasa bagi yang melaksanakannya. Ibadah itu dikenal dengan shalat Tahajud.

Ternyata, jejak langkah Rasulullah SAW yang demikian itu tak hanya diikuti oleh para sahabat dan pengikut di masanya. Sejarah mencatat para ulama, para dai, shalafusshaleh merupakan orang-orang yang tak lepas pula dari mencontoh Rasulullah SAW dalam melaksanakan Tahajud.

Rasulullah SAW bersabda, ”Hendaklah kalian terus melakukan shalat malam (Tahajud), karena ia merupakan kebiasaan orang-orang saleh sebelum kalian, juga menjadi sarana pendekatan diri kepada Rabb kalian, menghapuskan kesalahan dan mencegah dari perbuatan dosa.” (HR Tirmidzi).

Rasulullah SAW –Sang Dai Agung– tidak pernah melewatkan malam-malamnya tanpa ber-Tahajud, bahkan kaki beliau sampai bengkak-bengkak, saking lamanya beliau berdiri Tahajud. Yang pasti, Tahajud menjadi sumber energi keimanan bagi para penyeru dakwah (dai).

Selain itu, Tahajud juga dapat mendorong para dai meningkatkan produktifitas kinerja dakwah. Rasulullah SAW bersabda, ”Setan membuat ikatan pada tengkuk salah seorang di antara kalian ketika tidur dengan tiga ikatan dan setiap kali memasang ikatan dia berkata: ”Malam masih panjang, maka tidurlah”, jika orang tadi bangun lalu berdzikir kepada Allah SWT, maka terlepas satu ikatan, jika dia berwudhu, maka terlepas satu ikatan yang lainnya, dan jika dia melaksanakan shalat, maka terlepas semua ikatannya. Pada akhirnya dia akan menjadi segar dengan jiwa yang bersih, jika tidak, maka dia akan bangun dengan jiwa yang kotor yang diliputi rasa malas.” (HR Bukhari).

Oleh karena itu, sebagai upaya untuk mengawal kemenangan dakwah, tidak ada kata lain kecuali terus bergerak dan bergerak, menyebar dan menyebar ke tengah-tengah masyarakat. Selain itu, sebagai pengokohan energi keimanan, pengokohan soliditas aktifis, menjaga produktivitas kinerja dakwah, dan mengharap pertolongan Allah SWT, maka tidak ada kata lain kecuali bangun dan bangun mendirikan shalat Tahajud dan raih hasilnya. Semoga Allah SWT kuatkan dan istiqomahkan kita semua untuk senantiasa shalat Tahajjud, Aamiin.
Wallahu a’lam.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...